Puisi : Catatan Cinta Seorang Penyair Karya Muhammad Sidik


Aku juga manusia...
Punya rasa cinta..
Terhadap seorang gadis....

Tapi aku tidak bisa mencintaimu...
Kalau sekedar untuk di pacari...
Itu tak sesuai dengan prinsipku...

Karena memang,,,
Aku ingin memilikimu seutuhnya..
Dengan cara meminangmu...

Aku tidak ingin pacari mu gadis..
Karena pacaran itu rumit...
Dan penuh kepalsuaan...

Membahagiakanmu ketika pacaran itu adalah semu belaka...
Dan menyakitimu ketika pacaran adalah tabir...

Dari perjalanan hidupku...
Aku telah menyimpan hatimu...
Yang kau berikan dulu gadis...

Tapi
aku bukan pria lain...
Yang memiliki prinsip pacaran..
Setiap lelaki punya prinsipnya...

Aku tak menyalahkan..
Lelaki yang pacaran....
Karena dia sudah memilih prinsip...

Yang terpenting aku...
Cepat atau lambat...
Akan datang untuk meminangmu....

Aku ingin mendidikmu...
Dan membawa mu menuju kebahagiaan...
Surga dunia akhirat...

Aku memang sekarang...
Bukan orang kaya...
Atau orang shaleh...

Tapi ketika nanti kita...
Hidup bersama...
Kita akan berjuang bersama...

Untuk kebahagiaan kita...
Yang diimpikan semua orang...
Kebahagiaan surga dunia akhirat...

Terlebih aku dan kau masih muda...
Hidup kita baru 2 dekade...
Aku masih belum bergerak untuk meminangmu...

Tapi ketahuilah...
Aku sedang berusaha untuk itu...
Semua butuh proses...

Tapi aku sadar...
Engkau juga manusia...
Yang butuh cinta...

Mungkin engkau akan berpaling..
Dan mencari pria lain di luar sana...
Untuk segera memacarimu...

Atau memang...
Cintamu Telah pudar kepadaku....
Karena kau tak kuat menunggu ku...

Tapi ingat...
Walapun nantinya aku tidak bisa meminangmu...
Karena rasamu dulu kepadaku memang sudah tak berbekas...

Kau menganggapku tak merespon...
Atau tak mencintaimu...
Tapi ketahuilah aku terbentur prinsipku ini...

Kalau pun
engkau dulu melihat
Aku bergandengan dengan wanita...
Mereka ku anggap sebagai adikku...
Aku hanya mencintaimu gadis...

Dan pada akhirnya...
Jadi tidaknya kau milikku..
Aku tetap mengagumimu dan menyimpan hatimu di jiwaku...

Postingan populer dari blog ini

PUISI : ᴛᴀɴʏᴀ ᴄɪɴᴛᴀ

Puisi : Bekas Luka Trauma Karya Reza Fahlevi

Puisi : Bukan Aku Yang Kau Butuhkan Karya Awan Hitam