DIALOG : Aku Di Negri Orang Karya Misna saputra widjaya
L: "Assalamualaikum?
Melalu suara merepi
mencoba mengetuk hati.
padamu belahan jiwa yang di nanti
yang ingin mempersunting menjadikanmu istri"
p: "Waalaikumsalam.
bila jarak menjadi sekat
membuat kita bertumpu
pada rindu yang padat
laksa cita mu membuatku berharap
pada asa yang membalut jiwa"*
L: " Tak jemu berpangku rindu
bermain di ufuk senja untuk menanti kabar dariku
Maaf,atas hilang,senyap,dalam gelap
membuatmu sungkan mendekat"
p: "Tuan..
Sewindu dirimu menghilang!
Di keheninga malam yang sangat lengang.
Aku pun menatap kearah rembulan yang benderang
Di temani sejuta bintang.
Wahai Tuan...
Kemana dirimu menghilang ?."
L: "Sewindu kita tak pernah berjumpa.
Diriku tak akan pernah melupa...
Kepadamu belahan jiwa!
Rasaku akan tetap ada
Dan terjaga selalu untukmu selamanya.
Aku pergi untuk kembali!
untuk memupuk putik
Yang ingin menitik,
Mekar dalam keindahan sang ilahi"
p: *"Kini di kediamanku senja sudah tiba.
Datang dengan sejuta pancarona.
Dalam biasan cahayanya,
Bersama Rindu yang ada.
Yang selalu siap menunggu kedatanganmu.
Di kediamanku
Berserta rindu yang menumpuk .
Memupuk sendu dalam gelisah tak berujung temu ."
L: "Suara jangkrik yang merdu.
Menyambut malam yang membelenggu pada rindu.
Bersama secangkir kopi yang sendu.
Yang selalu mengingatkanku padamu,
Yang selalu aku rindu.
bersabarlah...
karna rindu segera bertemu
laksana cita segera terwujud
membangun bahtra kehidupan
untuk kita bersatu,bernaung dalam ikatan cinta yang tak lagi semu"
p: "Kini kulihat sepasang burung merpati .
Yang mengudara tinggi!
Yang sedang bercumbu mersa
Dapatkah kita bersama?
Selayaknya burung merpati yang mengudara."
L: "Bila mana waktunya tiba.
Kita akan bisa bersama.
Satu atap bahagia.
Layaknya burung merpati yang selalu bersama Puan."
L: "Wahai Puan...
Senjaku kini berlalu.
Berganti malam yang sahdu!
Hembusan angin malam yang menyapaku.
Mengajakku berjumbu
menjamah rindu yang menggebu
aku ingin bertemu!
aku Rindu..."
p: "Wahai Tuan...
sungguh kita terlalu lama bermain rindu.
Bahkan Rindu ini membunuhku!
Menusuk kerelung hatiku...
Sampai kapan aku harus menunggu.
Menunggu kedatanganmu."
L: "Maafkanlah
Diriku puan...
Yang terlalu lama bermain rindu
Hingga membuat diriku terbang.
Keatas awang-gemawang!
Dan terjatuh di Negeri orang....
Dari mencari syariat
untuk mencukupi niat
untuk meminang"
P: "Pulanglah Tuan."
L: "Aku ingin pulang puan."
p: "Pulanglah Tuan!
Aku sudah sangat rindu..."
L: "Bersabarlah puan...
Sebentar lagi aku akan pulang.
Membawa sebongkah berlian,
Untuk meminang
dan sebuah mahar yang di inginkan."
p: "Aku tak butuh berlian!
untuk engkau pinang....
Aku hanya ingin engkau pulang!
Tak lagi di Negri orang."
L: "Bersabarlah aku akan segera pulang.
Pasrahkan semuanya kepada Tuhan..
Doakan saja lewat doa yang menguntai
Agar diriku segera bisa pulang
dengan hasil yang memuaskan .
dan melaksanakan apa yang di citakan"
p: *"Baiklah Tuan... Doaku selalu menyertaimu,
Rasaku akan terjaga utuh.
Diriku akan menunggu kedatanganmu di kediamanku."*
L: "Semoga kita bisa bersama"
p: *"Selayaknya burung merpati ,
yang menjulang tinggi!"*
L: "Yang selalu terbang bersama"
P+L: "Serasa mengikuti irama."
SUBANG,JAWA BARAT
10 ,Februari 2020
Misna saputra widjaya