Puisi : Aku Dan Kamu Part II Karya Mbul Bedebah (Member Hago Literasi Puisi)


Teruntuk kamu yang masih terngiang, sangat jelas di pikiranku. Menawan hati dan mempasung ragaku, dalam taman hati yang tak mungkin berbunga lagi.


Dalam ruangan yang kosong, yang takkan pernah ada lagi potret tentang dirimu.....


Menyandra kisah cinta, yang tak mungkin terjadi dan terulang kembali.

Sekalipun dirimu menangis darah, dan bersimpuh di hadapanku.


Aku tak tau lagi entah sampai kapan, cerita cinta kita yang tak pernah bisa lagi sejalan.

Kita yang saling mencintai, menyayangi,mengasihi, dan bahkan kita yang pernah memadu janji untuk sehidup semati.


Menulis nama kita di pohon pinus,dan mengukir huruf demi hurufnya. Dengan tajamnya pisau belati,

Dengan harapan,,,,,, aku dan kamu yang takkan pernah bisa tergantikan.


Aku yang tak pernah menyalahkan keadaan..... Bahwa dirimu pergi bersama cinta dan harapan, yang sudah tak perlu aku harus mengingatnya kembali.


Dan mungkin karna salahku sendiri ,,,dirimu telah pergi jauh mengejar cinta yang lain.

Aku yang tak punya apa-apa dan belum bisa membahagiakanmu dengan materi.


Saat ini aku yang hanya bisa melihatmu...menyaksikan kebahagiaanmu, meski hanya lewat status media sosialitamu.


Kabar burung yang terdengar sangat menyakitkan di telingaku, bahwa dirimu telah bersanding bersamanya.


Menari di atas lukaku yang tersayat rapih, dalam denyut nadi yang tak bisa berkompromi.

Terdengar lirih bahwa cinta kita, memang harus berhenti dan cukup sampai disini.


Dan biarlah hanya waktu, yang bisa menjawab arti tentang cinta kita.

Hanya doa dan air mata, yang mampu aku gambarkan untukmu saat ini.


Merelakanmu adalah rasa sakit, dan ancaman terperih yang aku genggam saat ini..

Dan mengikhlaskan mu bagaikan api yang membakar diri, tanpa siraman air di tubuhku.


Semoga dirimu bahagia bersama cinta barumu.

Dan menghapus tuntas kenangan-kenangan, yang pernah terjalin indah bersamaku.


Dirimu yang telah pergi meninggalkan aku, demi seseorang yang lebih unggul segalanya dariku.

Rela membela mati-matian, demi menutupi kebusukan dan penghianatan cintamu kala itu.


Kalau pada akhirnya cinta dan perjuanganku,yang tak pernah bisa di hargai ketulusannya. 

 Padahal waktu dulu aku yang dari awal, susah payah membangun semuanya.

Kau manusia yang tak berhati,yang tidak pernah merasakan arti cinta sebenarnya.


Terimakasih atas luka,dan air mata yang kau berikan sepenuhnya.

Walau hanya sekejap dan singkat, aku merasakan pahit dan manisnya kisah cinta kita.


Setidaknya aku sangat berterima kasih pada dirimu.karena telah mengajarkanku bahwa cinta itu,tak terlihat tapi hanya mampu di rasakan saja.


Meski endingnya ...dirimu dan diriku yang sampai kapan pun, takkan pernah bisa di satukan... 🥹😊


*AKU DAN KAMU*

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


Karya,Mbul Bedebah🐼

Jumat,29 November 2024.

Postingan populer dari blog ini

PUISI : ᴛᴀɴʏᴀ ᴄɪɴᴛᴀ

Puisi : Bekas Luka Trauma Karya Reza Fahlevi

Puisi : Bukan Aku Yang Kau Butuhkan Karya Awan Hitam